Berita  

Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Mandiri di Era Transformasi Teknologi

DMTVmalang.com – Banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun masih tertinggal dalam aspek pemasaran. Di era transformasi digital, penguasaan platform daring dinilai menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi pasar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang 2025, jumlah UMKM di wilayah Malang Raya mencapai lebih dari 320 ribu unit usaha, dengan dominasi sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan. Pertumbuhan usaha mikro di Kota Malang sendiri meningkat rata-rata 5–6 persen per tahun sejak 2018. Sektor kuliner tercatat paling pesat dengan kontribusi lebih dari 35 persen terhadap total UMKM, sementara sektor kerajinan dan fesyen menyumbang sekitar 25 persen. Potensi ini menunjukkan bahwa UMKM Malang Raya memiliki daya saing besar, namun masih membutuhkan penguatan di aspek pemasaran digital agar mampu menembus pasar nasional maupun global.

Akademisi Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, S.Kom., MM, CHRM dalam forum pemberdayaan UMKM yang digelar Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Malang Raya di pendopo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (1/3/2026), menyampaikan bahwa perubahan teknologi bukan ancaman, melainkan peluang besar bagi usaha mikro dan kecil. Ia menilai era digital telah mengubah pola konsumsi, sistem pemasaran, hingga model transaksi ekonomi masyarakat. “Hari ini pasar tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Siapa yang menguasai platform digital, ia yang berpeluang menguasai pasar,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan komunitas usaha.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar memiliki akun media sosial, melainkan kemampuan membangun branding, kepercayaan konsumen, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Banyak UMKM disebutnya memiliki produk bagus, tetapi kalah dalam pemasaran digital.

Ia menegaskan, kemandirian ekonomi umat harus dibangun melalui literasi teknologi. Ketergantungan pada sistem konvensional tanpa adaptasi digital akan membuat pelaku usaha tertinggal. Karena itu, pelatihan dan pendampingan digital menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam perspektif ekonomi keumatan, penguatan UMKM dipandang sebagai strategi membangun daya tahan ekonomi berbasis komunitas. Konsep tersebut dikaitkan dengan nilai kolaborasi, gotong-royong, dan etika bisnis yang berkeadilan. Digitalisasi juga membuka peluang transparansi dan efisiensi usaha.

Dengan memanfaatkan marketplace, pembayaran digital, serta promosi berbasis konten, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar tanpa biaya besar. Ia mendorong pelaku usaha untuk tidak alergi terhadap teknologi, karena belajar digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang kuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi.

Acara yang digelar ISMI Malang Raya ini turut dihadiri Camat Karangploso Marendra Hengki Irawan, Ketua ISMI Malang Raya sekaligus anggota DPRD Provinsi Jatim Dr. Puguh Wiji Pamungkas MM, serta pengusaha Budy Setiawan ST, M.Ei. Kegiatan berjalan sukses berkat dukungan Puguh Foundation, HNI Malang, Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Pemerintah Kecamatan Karangploso, dan Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia.
[22:36, 3/1/2026] HADI Wrtawan: Dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Ruwiyanto S.Kom., MM., CHRM menyampaikan materi Pentingnya Digitalisasi untuk Kemandirian Umat pada acara UMKM go Digital bersama UMKM di Pendopo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (1/3/20026).