Banjarbaru –DMTVmalang.com Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Guntung Harapan, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terganggu setelah sejumlah pekerja melakukan aksi mogok kerja pada Sabtu (23/5/2026).
Para pekerja menghentikan aktivitas proyek karena upah mereka disebut belum dibayarkan oleh pihak subkontraktor.
Aksi tersebut memicu terhentinya sebagian pekerjaan konstruksi. Para pekerja juga menyampaikan protes terkait hak-hak mereka yang dinilai belum dipenuhi.
Menanggapi hal itu, Komisaris PT Sumber Bangun Sentosa (SBS), Willy Subagjo, menegaskan bahwa persoalan pembayaran gaji pekerja merupakan tanggung jawab PT Ajisaka Karya Indonesia selaku subkontraktor dalam proyek tersebut.
PT SBS diketahui tergabung dalam Kerja Sama Operasional (KSO) bersama PT Brantas Abipraya dan PT Ajisaka Karya Indonesia. Dalam struktur proyek, PT Ajisaka bertugas sebagai subkontraktor pelaksana.
“Bisa dipastikan dengan bukti yang bisa kami lampirkan kalau pembayaran kami dari KSO, terutama PT Brantas Abipraya dan PT Sumber Bangun Sentosa, sudah terbayarkan. Bahkan ada lebih bayar dengan Ajisaka,” ujar Willy kepada wartawan, Sabtu.
Menurut Willy, berdasarkan hasil evaluasi sementara, nilai kelebihan pembayaran kepada PT Ajisaka Karya Indonesia dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Pihak KSO, kata dia, juga telah melakukan pertemuan dengan para mandor dan vendor guna menjelaskan persoalan yang terjadi agar konflik tidak semakin meluas dan proyek dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, hasil penelusuran administrasi internal KSO menemukan bahwa PT Ajisaka Karya Indonesia disebut belum menyelesaikan kewajiban faktur pajak, meski dana pembayaran pajak telah disalurkan sebelumnya.
Untuk menjaga kelangsungan pembangunan proyek, KSO memutuskan akan berkoordinasi langsung dengan vendor dan tidak lagi menggunakan jasa PT Ajisaka Karya Indonesia dalam pelaksanaan lanjutan proyek.
“Status pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel pasti kami jalankan sesuai kontrak dan tanggung jawab kami. Kami tidak menunggu progres selanjutnya dari PT Ajisaka,” tegas Willy.
Ia memastikan pihaknya akan mengupayakan penyelesaian hak-hak pekerja agar pembangunan Sekolah Rakyat tetap dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
