DMTVmalang.com – Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, resah, mengeluhkan pasokan LPG 3 kg (melon) yang tersendat. Fenomena serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Jombang.
Di Pasuruan, warga mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga kecil. Stok gas bersubsidi tersebut dilaporkan menghilang di sejumlah pangkalan hingga kios pengecer sejak Rabu lalu. Konflik di kawasan Timur Tengah turut mempengaruhi rantai pasok energi global, termasuk LPG, sehingga pasokan ke terminal dan SPBE mengalami keterlambatan.
Di Jombang, warga juga mengalami kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg bersubsidi sejak awal April 2026 karena pasokan tersendat, sehingga harga melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Astutik, penjual gorengan di Kepanjen, menjadi salah satu warga yang merasakan dampaknya. Astutik menyebutkan bahwa beberapa pihak yang mengeluhkan pasokan LPG yang tersendat antara lain: Laundry Barokah (Suruji, depan Warkop GPS), laundry Perumahan Istana Ardirejo, pedagang warungan di Pasar Kepanjen, Lalapan Bebek Mbak Lik, Lalapan Mbak Ita, dan warga di Kepanjen (terpantau dari postingan grup FB).
Dikatakannya, ia sudah mencari ke warung-warung mulai Kauman, Nusantara, Banurejo sampai Ngadilangkung namun masih belum menemukan LPG. “Saya sudah mencari ke mana-mana sampai malam belum dapat. Saya pasrah stok LPG tinggal 2. Padahal saya butuh 10 tabung untuk jualan gorengan Senin (13/4/2026). Belum ada kepastian besok gas sudah ada tidaknya kata agen,” tuturnya kepada Baca Malang.
Astutik yang juga pengecer LPG menjelaskan bahwa kebutuhan LPG mencapai 10 tabung, karena selain untuk pemakaian pribadi, ia juga menjual untuk UMKM lain.
Ia menerima edaran dari Pertamina, yang menginfokan hal berikut. Dalam update info dari Pertamina, penyaluran LPG tahap ke-2 akan dilayani untuk Load Order (LO) gantungan Hari Kamis (9/4/2026) sebanyak estimasi 8 LO. Agen yang akan dilayani adalah agen yang memiliki urutan ke-9, yaitu Agen Sama Bahagia.
Astutik berharap agar pasokan LPG segera normal kembali. Ia mengharapkan agar pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini sehingga warga Kepanjen tidak kesulitan lagi mendapatkan LPG.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi
