Berita  

Prosesi Pisah Kenang Penilik HIMPAUDI Wagir Pecah penuh Haru, Jejak Pengabdian Bunda Siti Cholimah Tak Terlupakan

 

Malang – DMTVmalang.com  Suasana haru menyelimuti Gedung Balai RW 05 PAUD/TK Bougenville, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, saat keluarga besar HIMPAUDI Kecamatan Wagir menggelar prosesi pisah kenang Penilik HIMPAUDI, Senin (25/5/2026) pagi.

Tangis, pelukan hangat, dan doa mengiringi perpisahan dengan Bunda Siti Cholimah, S.Pd., M.M., sosok penilik yang selama ini dikenal penuh dedikasi, sabar, dan tulus dalam membina pendidikan anak usia dini di Kecamatan Wagir.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri Ketua HIMPAUDI Kecamatan Wagir Bunda Lilik Asmaningtias, S.T., Jajaran Pengurus HIMPAUDI Kecamatan Wagir, serta kepala sekolah dan guru PAUD-KB se-Kecamatan Wagir.

Sejak awal kegiatan, nuansa kekeluargaan terasa begitu kuat. Dipandu Bunda Yeni Ismawati, S.Pd. sebagai moderator, prosesi berjalan hangat namun penuh emosi mendalam.

Dalam sambutannya, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Wagir, Bunda Lilik Asmaningtias, menyampaikan penghormatan tinggi atas pengabdian Bunda Siti Cholimah yang dinilai bukan sekadar penilik, melainkan sosok pembina sekaligus ibu bagi para guru PAUD.

“Beliau bukan hanya hadir sebagai penilik, tetapi menjadi tempat kami belajar, mengadu, dan memperoleh semangat.

Ketulusan dan pengabdian beliau untuk kemajuan PAUD di Kecamatan Wagir akan selalu kami kenang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, sosok Bunda Siti Cholimah telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Wagir. Pendampingan yang humanis dan penuh perhatian membuat para guru merasa dekat dan dihargai.

Hal senada disampaikan Kepala KB Bougenville, Bunda Elly Zarwati. Ia mengaku kehilangan figur pembina yang selama ini begitu dekat dengan para pendidik PAUD.

“Kami merasa kehilangan sosok yang selalu hadir memberi motivasi dan perhatian kepada guru-guru. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan semangat pengabdian beliau terus hidup di hati kami,” tuturnya.

Puncak suasana haru terjadi saat Bunda Siti Cholimah menyampaikan pesan perpisahan. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar HIMPAUDI Kecamatan Wagir atas kebersamaan selama menjalankan amanah sebagai penilik dan korwil.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan yang luar biasa selama ini. Jika dalam menjalankan tugas masih banyak kekurangan maupun ucapan yang kurang berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya sambil menahan air mata.

Ucapan tersebut sontak membuat suasana ruangan dipenuhi isak tangis. Sejumlah guru tampak tak kuasa membendung air mata saat satu per satu memberikan pelukan hangat sebagai tanda penghormatan dan rasa kehilangan mendalam.

Prosesi pisah kenang kemudian ditutup dengan doa bersama, pemberian cinderamata, dan salam perpisahan penuh haru dari seluruh tamu undangan.

Momen itu menjadi bukti bahwa pengabdian tulus dalam dunia pendidikan tidak hanya meninggalkan prestasi, tetapi juga jejak kasih sayang dan keteladanan yang membekas di hati banyak orang.

Keluarga besar HIMPAUDI Kecamatan Wagir pun berharap tali silaturahmi tetap terjalin erat serta semangat memajukan pendidikan anak usia dini terus tumbuh demi mencetak generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan penuh kasih sayang. (dwi)