
DMTVmalang.com – Viral ungkapan Ekonomi Indonesia 2026 “To The Mars” wujud optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengindikasikan bahwa perekonomian nasional diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan dan melampaui ekspektasi.
Optimisme ini lahir dari sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dan Bank Indonesia, serta dukungan konsumsi domestik, investasi, dan ekspor. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5–6 persen, dengan sektor unggulan seperti industri hilir, teknologi digital, dan pariwisata diharapkan menjadi motor utama.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Novi Puji Lestari SE, MM, menilai optimisme tersebut realistis, namun tetap harus diimbangi dengan langkah riil menghadapi tantangan.
“Untuk mewujudkan optimisme ekonomi Indonesia 2026 yang to the mars, kita harus memperkuat daya beli masyarakat, memperluas akses pembiayaan UMKM, serta memastikan bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan produktif,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah tantangan nyata masih dihadapi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada 2025 masih berada di kisaran 5,32 persen, dengan konsentrasi tinggi di sektor informal. Inflasi tahunan tercatat 2,8 persen, relatif terkendali namun tetap menekan daya beli masyarakat berpendapatan rendah.
Di Malang Raya, BPS mencatat kontribusi UMKM terhadap PDRB mencapai 61 persen, namun produktivitas masih rendah akibat keterbatasan akses teknologi dan pembiayaan. Sektor pariwisata yang menjadi andalan Malang Raya juga menghadapi tantangan fluktuasi kunjungan wisatawan, terutama pasca pandemi dan perubahan pola konsumsi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Novi Puji Lestari menekankan perlunya solusi riil. Pertama, memperluas akses pembiayaan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dan digitalisasi layanan perbankan. Kedua, meningkatkan kualitas tenaga kerja lewat program vokasi dan link-and-match dengan industri, sehingga bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan produktif.
Ketiga, memperkuat sektor pariwisata Malang Raya dengan diversifikasi destinasi berbasis budaya dan alam, serta peningkatan infrastruktur transportasi menuju kawasan wisata. Keempat, menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan rantai pasok pertanian lokal, mengingat inflasi pangan masih menjadi penyumbang terbesar.
Optimisme perekonomian Indonesia 2026 lahir dari kombinasi kebijakan fiskal-moneter yang sinkron, dukungan investasi, serta penguatan pasar modal. Dengan proyeksi pertumbuhan hingga 6 persen dan IHSG berpotensi menembus 10.000, Indonesia diyakini mampu melesat “to the mars” dalam peta ekonomi global, asalkan tantangan struktural diatasi dengan langkah nyata di tingkat nasional maupun daerah.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga
