
Malang – DMTVmalang.com
Aksi premanisme yang terekam dalam video viral—menampilkan truk menerobos gerbang SMK Turen—memicu gelombang kemarahan dari siswa dan dewan guru. Pada Rabu (7/1/2026),
Kurang lebih 1300 siswa dan guru menggelar aksi damai di halaman sekolah, Jalan Panglima Sudirman No. 2, Turen, sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan dan intimidasi yang mencederai dunia pendidikan.
Dalam aksi tersebut, para guru dan siswa menyuarakan tuntutan tegas: selesaikan konflik internal yayasan dan usir pihak-pihak tak berkepentingan yang merusak suasana belajar. Mereka juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mengambil alih pengelolaan sekolah demi menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang aman dan kondusif.










“Kami sudah mengirim surat resmi ke Pemprov Jatim, meminta perlindungan dan pengambilalihan pengelolaan SMK/STM Turen. Ini demi hak belajar siswa yang selama ini terabaikan akibat konflik dan intimidasi,” tegas Nur Afida, Waka Humas SMK Turen.
Aksi damai ini murni digerakkan oleh keresahan warga sekolah. Siswa membawa poster-poster berisi aspirasi menolak premanisme dan menyerukan pendidikan yang bermartabat. Seusai aksi dan doa bersama (istigosah), seluruh siswa dipulangkan, sementara kepala sekolah dan dewan guru bergerak ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang di Jalan Simpang Ijen No. 2, Malang, untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka.
Sebagai bentuk tekanan administratif, dewan guru juga mengirim surat resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang ditembuskan kepada Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Bupati Malang, DPRD Kabupaten Malang, dan Kapolres Malang. Surat tersebut menegaskan dua poin krusial:
1. Seluruh kegiatan belajar mengajar dihentikan mulai Kamis, 8 Januari 2026, hingga waktu yang belum ditentukan.
2. KBM hanya akan dilanjutkan jika konflik internal yayasan diselesaikan dan pihak-pihak yang mengganggu dikeluarkan dari lingkungan sekolah.
Kondisi ini mencerminkan krisis tata kelola pendidikan yang tak bisa dibiarkan berlarut. Para guru dan siswa SMK Turen kini menanti langkah konkret dari pemerintah untuk memulihkan hak-hak dasar mereka: belajar dan mengajar dalam suasana aman, damai, dan bermartabat.
(dwi/edy)
