Berita  

Kontroversi Laga Persebaya–Arema: Sensitivitas Tragedi Kanjuruhan Kembali Disorot

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan menolak rencana gelar laga klasik Persebaya Surabaya kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan. (Devi Athok for Ba DMTV Malang)

DMTVmalang.com  – Rencana menggelar laga klasik Persebaya Surabaya kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan memicu perdebatan. Sebagian pihak menilai pertandingan ini bisa menjadi momentum rekonsiliasi, namun sebagian lain menilai wacana tersebut terlalu tergesa dan berisiko melukai kembali perasaan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Agus Suhardjito, pengamat sepakbola, menolak wacana tersebut dengan alasan kemanusiaan dan sensitivitas sejarah. “Saya pribadi tidak setuju laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan. Tragedi Heysel saja butuh puluhan tahun untuk healing. Tapi ini terlalu dipaksakan dan nir empati terhadap keluarga korban,” ujarnya.

Agus juga menyoroti dimensi sosiologis rivalitas suporter, menilai permusuhan Aremania dan Bonek sulit cair. Pernyataan ini menambah sorotan publik terhadap rencana laga ini.

Sementara itu, laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan masih belum pasti, karena izin dari Polres Malang belum keluar. Panpel Arema punya opsi venue lain, seperti Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali, Stadion Gelora Soepriadi di Blitar, Stadion Manahan di Solo, dan Stadion Maguwoharjo di Sleman. Keputusan bergantung pada pihak kepolisian.

Penolakan ini menunjukkan bahwa luka tragedi Kanjuruhan masih dalam proses penyembuhan, dan perlu pendekatan yang lebih bijak untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga