DMTVmalang.com Dalam nuansa peringatan Hari Ibu Kita diingatkan kepada peran vital orang tua khususnya ibu dalam membentuk karakter, mendoakan, dan mengorbankan tenaga serta perasaan demi masa depan anak-anaknya. Karena itu, sikap menghormati dan berbakti kepada orang tua harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang pelajar.
Terkait hal ini Prodi Pendidikan Agama Islam Multikultural Universitas Islam Malang menggelar kegiatan Kandidat Doktor Mengabdi (KDM) di SMA NU Pakis, Senin (22/12/2025). Dalam kegiatan ini Kandidat Doktor Ruwiyanto mengajak Siswa SMA NU Pakis meningkatkan hormat kepada orang tua dan guru.
Ruwiyanto mengajak siswa menumbuhkan sikap hormat dan berbakti kepada orang tua, terutama ibu, serta menghormati para guru sebagai bagian dari ikhtiar meraih kesuksesan hidup.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh akhlak dan adab terhadap orang-orang yang berjasa dalam hidupnya.
“Hormat kepada orang tua dan guru bukan sekadar tradisi atau norma sosial dalam kehidupan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar spiritual dan moral untuk memudahkan jalan menuju keberhasilan,” ujar Ruwiyanto di hadapan para siswa.
Menurutnya, orang tua khususnya ibu memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, mendoakan, dan mengorbankan tenaga serta perasaan demi masa depan anak-anaknya. Karena itu, sikap menghormati dan berbakti kepada orang tua harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang pelajar.
“Ibu adalah sosok yang paling banyak berkorban. Doanya menjadi kekuatan yang dapat menentukan arah kehidupan anak,” ungkapnya.
Selain hormat kepada orang tua, Ruwiyanto juga menegaskan pentingnya menghormati guru. Ia menyebut guru sebagai sosok yang membuka jalan pengetahuan, membimbing akhlak, dan menjadi perantara lahirnya generasi berilmu serta berkarakter.
“Ilmu yang berkah lahir dari adab yang baik. Tanpa hormat kepada guru, ilmu yang diperoleh seringkali tidak membawa manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Dalam konteks pendidikan Islam, Ruwiyanto menambahkan bahwa sikap tawadhu, sopan, dan patuh kepada orang tua serta guru merupakan nilai fundamental yang diajarkan sejak dini. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dirawat di tengah tantangan zaman dan pengaruh budaya digital yang kerap menggeser etika pergaulan generasi milenial.
Siswa tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh Ruwiyanto. Beberapa di antaranya mengaku termotivasi untuk lebih memperbaiki sikap dan perilaku, baik di rumah maupun di sekolah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan kebudayaan Indonesia. Ruwiyanto berharap, melalui kesadaran akan pentingnya hormat kepada orang tua dan guru, para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
“Kesuksesan sejati bukan hanya soal capaian materi, tetapi keberkahan hidup. Dan keberkahan itu salah satunya lahir dari ridho orang tua dan guru,” pungkasnya.
