DMTVmalang.com – Pernikahan dini menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama di daerah pesisir seperti Malang Selatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, angka pernikahan dini di Indonesia masih tinggi, yaitu sekitar 1,2 juta kasus per tahun. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Sahabat Alam Indonesia (SALAM) dan Universitas Kepanjen (UK) bekerjasama melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mencegah pernikahan dini di kalangan remaja di Malang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini dan pentingnya pendidikan serta kesehatan bagi remaja.
“Kami menugaskan mahasiswa melalui keperawatan komunitas untuk menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga mampu mengedukasi, mencegah dan mengurai masalah khususnya berkaitan dengan kesehatan warga dan kerentanan sosial,” kata Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep, Ns., M.Kep.
Founder Sahabat Alam Indonesia, Andik Syaifudin, menambahkan bahwa sinergitas akademisi dan NGO sangat diperlukan untuk mengimplementasikan teori di kampus dan kondisi terkini di lapangan. “Program penguatan ketahanan kesehatan warga dan Pencegahan Pernikahan dini bukan hal tabu dan memalukan, hal ini dilakukan agar mampu mengurai permasalahan yang terjadi di desa yang dianggap rentan,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Kepanjen sebagai relawan dan dilakukan di daerah pesisir Malang Selatan, khususnya Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga
