DMTVmalang.com – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Malang mengalami 438 kejadian bencana maupun catatan gempa bumi yang tidak berdampak pada kejadian bencana dan tercatat di BPBD. Dengan bencana tanah longsor tercatat sebagai jenis bencana paling dominan. Menurut data Rekap Inventaris Kejadian Bencana dari BPBD Kabupaten Malang, gempa bumi terjadi sebanyak 187 kali, terutama di wilayah Selatan yang berada dekat zona subduksi.
“Wilayah Selatan seperti Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan sekitarnya paling sering terdampak gempa. Aktivitas seismik di zona pertemuan lempeng sangat mempengaruhi frekuensi kejadian,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Bencana angin kencang terjadi sebanyak 74 kali, tanah longsor sebanyak 98 kali, pohon tumbang sebanyak 53 kali, dan banjir sebanyak 23 kali. Tidak ada laporan kejadian sambaran petir, erupsi gunung api, kekeringan, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun ini.
Sadono menjelaskan bahwa Januari menjadi bulan dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 68 kejadian, disusul Maret sebanyak 55 kejadian, dan November sebanyak 47 kejadian. “Awal dan akhir tahun diimbau masyarakat waspada dan antisipatif, terkait kondisi cuaca dan aktivitas geologis akhir-akhir ini,” katanya.
BPBD Kabupaten Malang terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Pihaknya berharap masyarakat semakin tanggap dan siap menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga
